Olah Data SEM AMOS merupakan salah satu teknik analisis yang banyak digunakan pada penelitian kuantitatif. Teknik analisis ini banyak digunakan untuk penelitian mengenai pengaruh variabel terhadap variabel lain. Berikut adalah sedikit materi terkait analisis SEM dengan program AMOS, atau sobat cendikia juga dapat belajar langsung pada referensi AMOS dari buku Prof Minto atau buku SEM dari Prof. Hair.
Structural Equation Modelling atau biasa disebut dengan analisis SEM merupakan metode analisis multivariat yang dapat digunakan untuk menggambarkan keterkaitan hubungan linier secara simultan antara variabel pengamatan (indikator) dan variabel yang tidak dapat diukur secara langsung (variabel laten).
Tahap dalam analisis SEM terbagi dalam 2 tahap, yaitu tahap uji model pengukuran dan tahap uji model struktural. Pengujian model struktural dilakukan untuk memastikan bahwa indikator – indikator pengukur variabel latent valid dalam mengukur konstruknya dan seluruh konstruk dalam model SEM memenuhi syarat reliabilitas yang ditetapkan, sementara uji model struktural dilakukan untuk menguji pengaruh variabel eksogen terhadap endogen, dimana pengaruh tersebut dapat berupa pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total.
Pengujian ini dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas konstruk. Uji validitas didasarkan pada nilai loading factor masing-masing indikator. Indikator dinyatakan valid jika nilai loading factornya mencapai 0,5, sedangkan uji reliabilitas dilakukan dengan menghitung nilai CR dan AVE menurut loading factor masing-masing indikator. Nilai CR disyaratkan >0,7 dan nilai AVE disyaratkan >0,5. (Hair et al, 2000).
Perhitungan CR dan AVE dilakukan secara manual, bisa dengan menggunakan alat bantu MS. Excel (download File Excel Bantuan Hitungan CR AVE) atau gunakan kalkulator CR AVE yang tersedian online.
Tahap ini bertujuan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen. Pengaruh ini dapat bersifat langsung, tidak langsung dan total.
Signifikansi pengaruh variabel dilihat dari nilai p value. Apabila nilai p value pengaruh antar variabel <0,05 maka disebutkan bahwa pengaruh eksogen terhadap endogen tersebut signifikan. Selain p value, nilai cr juga dapat digunakan sebagai acuan, cr > 1,96 menunjukkan pengaruh yang signifikan.
Analisis CB – SEM mensyaratkan beberapa asumsi untuk dipenuhi, yaitu (1) asumsi kecukupan jumlah sampel; (2) asusmi tidak adanya outlier; (3) asumsi normalitas dan (4) asumsi multikolinearitas dan singularitas.
Data yang dianalisis dengan CB – SEM harus >100, dalam referensi lain juga disebutkan bahwa jumlah sampel yang disarankan agar dapat diolah dengan CB SEM adalah sebanyak 5-10 kali jumlah indikator.
Selain kecukupan sampel, asumsi normalitas dan tidak adanya outlier juga merupakan syarat yang harus dipenuhi. Outlier dideteksi dari nilai mahalonobis distance, sedangkan normalitas dilihat dari nilai cr multivariat yang disyaratkan <2.58.
Selain ketiga syarat tersebut, variabel dalam model SEM juga tidak diperbolehkan memuat multikolienaritas. Variabel dalam model SEM tidak boleh saling berkorelasi tinggi sehingga menyebabkan multikolienaritas.
Selain harus memenuhi asumsi – asumsi SEM, model SEM harus memenuhi kriteria fit, dimana goodness of fit ini diukur dengan beberapa parrameterr, seperti nilai cmindf, GFI AGFI, CFI, rmr, RMSEA, TLI dan lain lain. Model yang memenuhi kriteria goodness of fit model akan memeiliki matriks kovarian yang sama dengan matriks kovarian populasi. Artinya hasil analisis SEM dapat memberikan gambaran kondisi sebenarnya di populasi penelitian yang sebenarnya.
Beberapa kendala mungkin sobat temui saat olah data SEM AMOS, seperti tidak terpenuhinya asumsi normalitas, tidak terpenuhinya goodness of fit model yang disyaratkan atau hasil analisis yang tidak signifikan.
Untuk kendala normalitas, sobat cendikia dapat melihat outlier dalam data. Outlier harus dikeluarkan agar data dapat berdistribusi normal. Apabila data tetap tidak memenuhi normalitas, silakan gunakan SEM PLS atau silakan perbanyak sampel >500.
Kendala goodness of fit model dapat diatasi dengan modifikasi model. Buka output AMOS modification indices dan buat korelasi sesuai disarankan dalam tabel tersebut.
Selanjutnya, kendala tidak signifikannya pengaruh antar variabel diatasi dengan mencari argumen dan dukungan penelitian sebelumnya. Dengan dukungan yang kuat, maka tidak signifikannya pengaruh variabel ini biasanya justru dianggap sebagai temuan menarik.
Prosedur Layanan Olah Data SEM AMOS di Analisadataku :
1. Hubungi kami melalui WA
2. Pilih Paket
3. DP 100.000
4. Proses pengerjaan
5. Pengiriman Hasil Pengerjaan
6. Setuju hasil
7. Pembayaran
8. Konsultasi & Revisi free sampai ACC pembimbing